Avatar Parampaa: Day #13. Batman.
Mengapa Batman? Karena Batman adalah superhero paling realistis, tanpa kekuatan super dan seratus persen kerja keras.

Saya menemukan buku “The Batman Handbook” di salah satu rak bargain books di salah satu mall kecil dekat kantor saat masih bekerja di Singapura. Harganya 5 SGD, jadilah saya beli karena ingin belajar bagaimana caranya menjadi Batman.
Di dalam buku ini diajarkan bagaimana cara menjadi Batman dengan baik dan benar mulai dari cara melempar Batarang hingga membuat Batsuit, bagaimana cara membuat Batmobile jadi kedap peluru, melatih sidekick, cara loncat backflip, hingga cara bertahan hidup dari serangan gas beracun.
Eh kok malah jadi promosi buku?
Bukan itu yang ingin saya ceritakan. Yang saya ingin ceritakan adalah rasa gregetan di hati melihat pejabat-pejabat korup yang masih berani pamer muka di publik. Juga polisi yang seharusnya menangkapnya makin lama makin tidak bisa dipercaya. Ikutan korupsi malah.
Nah itu. Kalau saya tajir dan jadi Batman, udah saya dobrak tuh pager gedung DPR/MPR pake Batmobile dan tangkepin pejabat-pejabat korup satu demi satu. Tapi sayangnya saya tidak setajir itu. Oleh karenanya, ayao dukung Gerakan 100 Ribuan Untuk Joni Jadi Batman!
(± )
#blog #twitter #30HariAvatarParampaa