Avatar Parampaa: Day #14. Mimisan.
Mengapakah Joni tokoh ganteng di atas mengeluarkan darah dari hidungnya?
Ada beberapa kemungkinan jawaban yang bisa kita kemukakan di sini, yang akan disampaikan dengan gaya bahasa headline koran lampu merah:
1. Keasyikan ngupil, jarinya nyodok lubang idung, eh terlalu bersemangat, malah mimisan, terus kepeleset, masuk got, MATI
2. Lagi jalan, sambil SMS-an sama si yayang, eh kok meleng, malah kejeduk tiang, mimisan, nyungsep ke got, MATI
3. Ada cewek lewat, pake rok mini, disuitin, eh ceweknya balik lagi, nonjokin idung, mimisan, mental ke got, MATI
4. Mutusin cewek, eh ceweknya ga terima, disantet, terus mimisan, keliyengan, masuk got, MATI
5. Lagi baca karya tulis ilmiah, udara panas, bikin hidungnya mimisan, diserempet motor, nyebur ke got, MATI
dan masih banyak ribuan kemungkinan penyebab mimisan yang bisa jadi headline koran lampu merah yang harus diakhiri dengan kata masuk ke got (optional) dan MATI (pasti mati).
Namun jika kita sesuaikan gambar dengan kelima alasan di atas, bisa dipastikan nomor 5 lah yang paling benar. Ketika Joni si tokoh ganteng membaca karya tulis ilmiah Einstein mengenai Teori Relativitas, apa daya matahari sedang bersinar dengan teriknya menyebabkan udara kering dan menggores selaput dalam hidung sehingga menyebabkan darah keluar dengan derasnya. Pada saat yang sama, seorang pemabuk mengendarai motor setengah sadar sehingga dia mengira Joni adalah mantan yang telah memutuskannya dulu. Pemabuk itu mengencangkan laju motornya dan menyambar Joni sehingga ia terserempet dan jatuh ke got, lalu mati tenggelam. Pemabuk tadi  tersenyum sinis, lalu melaju motornya kembali hingga akhirnya menghilang di belokan.

…bentar bentar, kok bisa-bisanya mati tenggelam di got? Itu got apa kolam renang?

Got yang menenggelamkan Joni bukanlah got sembarang got, melainkan got yang dalamnya 3 meter dan kebetulan sedang diguyur hujan deras selama 3 hari 3 malam (tapi mengapa Bang Toyib 3 kali puasa dan 3 kali Lebaran belum pulang-pulang juga masih menjadi misteri) sehingga airnya naik setinggi 1 meter dari permukaan jalan. Salahkan drainase yang jelek karena sang gubernur terlalu sibuk mengkrimbat kumisnya agar tetap cantik, indah, menggemaskan dan sekaligus menjijikkan layaknya ulat bulu. 
“BODO AMAT! Menurut ente siapa yang punya Jakarta? Situ? PUIH!”
…esantai dong Pak!
Mimisan ini juga membuat saya teringat akan sebuah insiden bernama “Insiden Kecrekan”, begini ceritanya…
(bersambung)

Avatar Parampaa: Day #14. Mimisan.

Mengapakah Joni tokoh ganteng di atas mengeluarkan darah dari hidungnya?

Ada beberapa kemungkinan jawaban yang bisa kita kemukakan di sini, yang akan disampaikan dengan gaya bahasa headline koran lampu merah:

1. Keasyikan ngupil, jarinya nyodok lubang idung, eh terlalu bersemangat, malah mimisan, terus kepeleset, masuk got, MATI

2. Lagi jalan, sambil SMS-an sama si yayang, eh kok meleng, malah kejeduk tiang, mimisan, nyungsep ke got, MATI

3. Ada cewek lewat, pake rok mini, disuitin, eh ceweknya balik lagi, nonjokin idung, mimisan, mental ke got, MATI

4. Mutusin cewek, eh ceweknya ga terima, disantet, terus mimisan, keliyengan, masuk got, MATI

5. Lagi baca karya tulis ilmiah, udara panas, bikin hidungnya mimisan, diserempet motor, nyebur ke got, MATI

dan masih banyak ribuan kemungkinan penyebab mimisan yang bisa jadi headline koran lampu merah yang harus diakhiri dengan kata masuk ke got (optional) dan MATI (pasti mati).

Namun jika kita sesuaikan gambar dengan kelima alasan di atas, bisa dipastikan nomor 5 lah yang paling benar. Ketika Joni si tokoh ganteng membaca karya tulis ilmiah Einstein mengenai Teori Relativitas, apa daya matahari sedang bersinar dengan teriknya menyebabkan udara kering dan menggores selaput dalam hidung sehingga menyebabkan darah keluar dengan derasnya. Pada saat yang sama, seorang pemabuk mengendarai motor setengah sadar sehingga dia mengira Joni adalah mantan yang telah memutuskannya dulu. Pemabuk itu mengencangkan laju motornya dan menyambar Joni sehingga ia terserempet dan jatuh ke got, lalu mati tenggelam. Pemabuk tadi  tersenyum sinis, lalu melaju motornya kembali hingga akhirnya menghilang di belokan.

…bentar bentar, kok bisa-bisanya mati tenggelam di got? Itu got apa kolam renang?

Got yang menenggelamkan Joni bukanlah got sembarang got, melainkan got yang dalamnya 3 meter dan kebetulan sedang diguyur hujan deras selama 3 hari 3 malam (tapi mengapa Bang Toyib 3 kali puasa dan 3 kali Lebaran belum pulang-pulang juga masih menjadi misteri) sehingga airnya naik setinggi 1 meter dari permukaan jalan. Salahkan drainase yang jelek karena sang gubernur terlalu sibuk mengkrimbat kumisnya agar tetap cantik, indah, menggemaskan dan sekaligus menjijikkan layaknya ulat bulu. 

“BODO AMAT! Menurut ente siapa yang punya Jakarta? Situ? PUIH!”

…esantai dong Pak!

Mimisan ini juga membuat saya teringat akan sebuah insiden bernama “Insiden Kecrekan”, begini ceritanya…

(bersambung)

@10 months ago
)
#twitter #30HariAvatarParampaa 
blog comments powered by Disqus Website counter