Tragedi Kecrekan di Malam Minggu
Saya akan menguak salah satu kisah kelam dalam hidup saya, yang mengingatnya saja membuat saya terdiam, membisu, bahkan… oh!
*jatuh terduduk*
tapi demi kalian akan saya kuatkan diri saya. :’)
*berdiri lagi* *menarik napas panjang*
Semua ini berawal dari…
Di hari Sabtu ketika itu di Bandung, saya masih jomblo. Dan berhubung saya bingung malam Minggu mau apa, jadinya saya bermain-main ke ITB alias Institut Tikungan Bonbin Institut Teknologi Bandung untuk mencari jomblo sepermainan [1].
Maka dengan semangat ’45 saya mengambil bambu runcing dandan wangi, menyisir rambut berponi gaul abis dan tak lupa mengenakan baju rapi layaknya orang mau pergi kencan [2]. Setelah kurang lebih 25 menit berada di dalam angkot yang ngetem dan 20 menit di perjalanan [3], akhirnya saya sampai di depan gerbang ITB tercinta dan melangkah masuk menuju LFM [4] diiringi tatapan curiga satpam,
Satpam 1: Ini mahasiswa apa maling ya? Kayanya maling ini.
Satpam 2: Hush, ganteng begitu kok maling? Mana gaul lagi gayanya.
Satpam 3: Wah maling zaman sekarang ganteng-ganteng yak?
Satpam 4: Iya sih ganteng. Ya udahlah kita biarin lewat aja siapa tau kita jadi ketularan ganteng.
Dan itulah asal mula mengapa satpam ITB sekarang ganteng-ganteng [5].
Kembali lagi ke cerita utama, saya melangkah dengan hati riang sambil memikirkan Sherina yang menyanyikan lagu, “SENANG.. RIANG.. MASA DEPANKU CERAAAH!” karena satu malam Minggu lagi akan terlewati bersama-sama tapi ternyata tidak ada seorang pun berada di ruangan LFM yang pintunya terkunci rapat-rapat.
Apa maksudnya ini? Saya merasa dikhianati! Bisa-bisanya teman jomblo sepermainan semua jual mahal, menolak menghabiskan malam Minggu bersama-sama biar dikira ada kencan padahal saya yakin mereka cuma tidur-tiduran memeluk guling di kosan masing-masing, mencoba bermimpi karena ingin lari dari kenyataan.
Setelah menunggu hampir sejam, waktu menunjukkan pukul 7 malam dan masih tidak ada orang yang datang, saya memutuskan untuk melangkah pergi dengan gontai karena lagi-lagi malam Minggu akan dihabiskan sendiri belum makan. Hati sudah dingin karena jomblo, masa perut dingin juga??? Jadilah saya pergi ke sebuah warung gerobakan memesan soto ayam yang hangat untuk mengisi perut.
Di gerobakan mamang soto ayam yang seperti berada di dunia Harry Potter (dilihat dari luar kecil, tapi pas masuk kok banyak banget mejanya???), cobaan tetap saja datang. Meja dan kursi dipenuhi oleh pasangan yang sibuk bersenda gurau sambil sesekali tersenyum memandang mata pasangannya. Oh betapa dunia ini kejam bagi lelaki jomblo. Untunglah saya menemukan meja kosong di pojokan untuk meratapi nasib sambil sesekali menatap iri kepada pasangan-pasangan yang asik berduaan.
Beberapa menit kemudian soto ayam datang, saya kunyah dengan lesu dan tatapan kosong ke depan… lalu saya melihat paha putih mulus terekspos lewat kira-kira 3 meter di depan saya [6]. Rok wanita ini mini sekali! Saya mulai melupakan soto ayam dan berkonsentrasi pada paha. Ingin rasanya melihat wajah sang wanita tapi takut ketahuan jadi saya pura-pura bengong aja deh [7].
Kejadian berikutnya membuat saya bertanya-tanya: wanita itu menurunkan tangannya dan saya melihat kecrekan yang terbuat dari tutup botol dipaku ke batang kayu.
…kok ada kecrekan? Masa iya sih ada cewek seksi kaya gini ngamen di warung soto?
Lama otak saya berpikir, mencoba mencari jawaban atas fenomena aneh yang saya temui ketika tiba-tiba saya tersadar,
Jangan-jangan…
Pelan-pelan saya mendongakkan kepala ke atas dan terdiam melihat wajah si wanita: rahang lebar, dagu yang menonjol dengan hidung agak besar menyerupai tomat,
…astaga, bencong.
*pingsan*
[1] Jomblo-jomblo yang malam Mingguan nggak ada kerjaan bersatu dan berniat menghabiskan malam Minggu dengan cara bermain kartu.
[2] Biar nggak dikira jomblo
[3] Dasar angkot zaman sekarang, lamaan ngetemnya!
[4] Liga Film Mahasiswa, unit film di ITB tempat saya biasanya tidur kalo lagi males kuliah (jangan ditiru!)
[5] Cerita ini tidak berhubungan dan tidak didukung oleh data dan fakta yang kuat.
[6]*keselek soto ayam*
[7] Padahal ya itu, ngeliatin paha.
@12 months ago(± )
#tragedi #kecrekan