Avatar Parampaa Day #19: Pocong. 
Apakah anda takut dengan pocong? Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan jika bertemu pocong:
1. Katakan, “Halo, apa kabar!”
Belum tentu semua pocong berniat buruk karena pocong juga (dulunya) manusia. Ada pocong yang hanya lewat, yang kemudian merasa terganggu karena ada seseorang yang berteriak 
“ADA POCOOOONGGGG!” 
sehingga ia mendatangi orang tersebut untuk sekedar bertanya, 
“…MAKSUD LO APA???” 
namun sayang orang yang ditanyakan keburu pingsan dan kencing di celana.
2. Tatap terus si pocong dan jangan mengalihkan pandangan.
Ingat film-film horor? Ketika korban menoleh, eh pocongnya malah nongol di sampingnya. Oleh karena itu, jika anda melihat pocong dari jauh, jangan menoleh, jangan berkedip, terus tatap si pocong yg melompat mendekat. Niscaya dia akan menyerah karena lompatannya terlalu pendek, sedangkan jarak anda dengannya terlalu jauh (anda bisa jalan mundur sambil tetap menatap si pocong agar ia merasa dikerjai!)
3. Tendang pocong sampai terguling
Ketika ia berusaha keras untuk bangun, larilah! Atau injak-injak dulu mukanya agar semua amarah dan energi negatif keluar dari tubuh anda. Konon katanya menginjak-injak pocong ini sudah digunakan secara turun-temurun pada zaman kerajaan Majapahit untuk menghilangkan pikiran-pikiran buruk Raja sehingga ia bisa memerintah dengan jernih pikirannya. 
4. Siapkan peta.
Karena tidak semua pocong tau jalan. Jika anda sedang diam duduk dan memperhatikan ada pocong yg beberapa kali lewat, itu mungkin tanda dia sedang nyasar dan malah jadi berputar-putar. Berbaikhatilah menawarkan bantuan petunjuk agar pocong tersebut tiba di tujuannya dengan selamat (walaupun ia sudah mati).
5. Tanyakan jawaban dari perhitungan Matematika yang rumit!
Seperti: berapakah (5x-3)^3(3-x^3)^4?
Di saat dia bingung memikirkan jawabannya, ulangi poin ketiga.

Selamat mencoba!

Avatar Parampaa Day #19: Pocong. 

Apakah anda takut dengan pocong? Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan jika bertemu pocong:

1. Katakan, “Halo, apa kabar!”

Belum tentu semua pocong berniat buruk karena pocong juga (dulunya) manusia. Ada pocong yang hanya lewat, yang kemudian merasa terganggu karena ada seseorang yang berteriak

“ADA POCOOOONGGGG!”

sehingga ia mendatangi orang tersebut untuk sekedar bertanya,

“…MAKSUD LO APA???”

namun sayang orang yang ditanyakan keburu pingsan dan kencing di celana.

2. Tatap terus si pocong dan jangan mengalihkan pandangan.

Ingat film-film horor? Ketika korban menoleh, eh pocongnya malah nongol di sampingnya. Oleh karena itu, jika anda melihat pocong dari jauh, jangan menoleh, jangan berkedip, terus tatap si pocong yg melompat mendekat. Niscaya dia akan menyerah karena lompatannya terlalu pendek, sedangkan jarak anda dengannya terlalu jauh (anda bisa jalan mundur sambil tetap menatap si pocong agar ia merasa dikerjai!)

3. Tendang pocong sampai terguling

Ketika ia berusaha keras untuk bangun, larilah! Atau injak-injak dulu mukanya agar semua amarah dan energi negatif keluar dari tubuh anda. Konon katanya menginjak-injak pocong ini sudah digunakan secara turun-temurun pada zaman kerajaan Majapahit untuk menghilangkan pikiran-pikiran buruk Raja sehingga ia bisa memerintah dengan jernih pikirannya. 

4. Siapkan peta.

Karena tidak semua pocong tau jalan. Jika anda sedang diam duduk dan memperhatikan ada pocong yg beberapa kali lewat, itu mungkin tanda dia sedang nyasar dan malah jadi berputar-putar. Berbaikhatilah menawarkan bantuan petunjuk agar pocong tersebut tiba di tujuannya dengan selamat (walaupun ia sudah mati).

5. Tanyakan jawaban dari perhitungan Matematika yang rumit!

Seperti: berapakah (5x-3)^3(3-x^3)^4?

Di saat dia bingung memikirkan jawabannya, ulangi poin ketiga.


Selamat mencoba!

@1 year ago with 16 notes
)
#30HariAvatarParampaa #Pocong 
Avatar Parampaa Day #17: Petruk. 
Mengapa Petruk? 
Alkisah di dunia Twitter, saya (Petruk) dan Bagong berperan sebagai abdi dalem seorang Ndoro Putri. Yang jomblo. 
Tadinya Ndoro ini sederajat dengan kami, cuma seiring dengan semakin terkenalnya ia, kami jadi disisihkan dari dunianya. Dulu setiap pagi kami digoda, sekarang kami harus bayar dulu baru boleh menggoda dia. Dulu kami diajak jalan setiap akhir pekan, kini ia selalu mengenakan kacamata hitam, melirik kami pun enggan. 
Dulu kami dipuja, sekarang kami disuruh-suruh. Kami menjadi seperti abdi dalem. Yang hanya akan ditemui jika tidak ada cowok buat digoda hari itu. Jadilah hari-hari kami diisi dengan melayani Ndoro Putri (yang Jomblo (6 Tahun)) sambil sibuk memikirkan rencana untuk membunuhnya diam-diam dan mengambil alih keraton. 
Tokoh Petruk sendiri adalah salah satu Punakawan anak Semar yang menggambarkan keindahan dunia. Muka ganteng, hidung mancung, gue bangetlah pokoknya! 
*you wish, Jon!*

Avatar Parampaa Day #17: Petruk. 

Mengapa Petruk? 

Alkisah di dunia Twitter, saya (Petruk) dan Bagong berperan sebagai abdi dalem seorang Ndoro Putri. Yang jomblo. 

Tadinya Ndoro ini sederajat dengan kami, cuma seiring dengan semakin terkenalnya ia, kami jadi disisihkan dari dunianya. Dulu setiap pagi kami digoda, sekarang kami harus bayar dulu baru boleh menggoda dia. Dulu kami diajak jalan setiap akhir pekan, kini ia selalu mengenakan kacamata hitam, melirik kami pun enggan. 

Dulu kami dipuja, sekarang kami disuruh-suruh. Kami menjadi seperti abdi dalem. Yang hanya akan ditemui jika tidak ada cowok buat digoda hari itu. Jadilah hari-hari kami diisi dengan melayani Ndoro Putri (yang Jomblo (6 Tahun)) sambil sibuk memikirkan rencana untuk membunuhnya diam-diam dan mengambil alih keraton. 

Tokoh Petruk sendiri adalah salah satu Punakawan anak Semar yang menggambarkan keindahan dunia. Muka ganteng, hidung mancung, gue bangetlah pokoknya! 

*you wish, Jon!*

@1 year ago with 1 note
)
#30HariAvatarParampaa #Twitter 
Avatar Parampaa: Day #14. Mimisan.
Mengapakah Joni tokoh ganteng di atas mengeluarkan darah dari hidungnya?
Ada beberapa kemungkinan jawaban yang bisa kita kemukakan di sini, yang akan disampaikan dengan gaya bahasa headline koran lampu merah:
1. Keasyikan ngupil, jarinya nyodok lubang idung, eh terlalu bersemangat, malah mimisan, terus kepeleset, masuk got, MATI
2. Lagi jalan, sambil SMS-an sama si yayang, eh kok meleng, malah kejeduk tiang, mimisan, nyungsep ke got, MATI
3. Ada cewek lewat, pake rok mini, disuitin, eh ceweknya balik lagi, nonjokin idung, mimisan, mental ke got, MATI
4. Mutusin cewek, eh ceweknya ga terima, disantet, terus mimisan, keliyengan, masuk got, MATI
5. Lagi baca karya tulis ilmiah, udara panas, bikin hidungnya mimisan, diserempet motor, nyebur ke got, MATI
dan masih banyak ribuan kemungkinan penyebab mimisan yang bisa jadi headline koran lampu merah yang harus diakhiri dengan kata masuk ke got (optional) dan MATI (pasti mati).
Namun jika kita sesuaikan gambar dengan kelima alasan di atas, bisa dipastikan nomor 5 lah yang paling benar. Ketika Joni si tokoh ganteng membaca karya tulis ilmiah Einstein mengenai Teori Relativitas, apa daya matahari sedang bersinar dengan teriknya menyebabkan udara kering dan menggores selaput dalam hidung sehingga menyebabkan darah keluar dengan derasnya. Pada saat yang sama, seorang pemabuk mengendarai motor setengah sadar sehingga dia mengira Joni adalah mantan yang telah memutuskannya dulu. Pemabuk itu mengencangkan laju motornya dan menyambar Joni sehingga ia terserempet dan jatuh ke got, lalu mati tenggelam. Pemabuk tadi  tersenyum sinis, lalu melaju motornya kembali hingga akhirnya menghilang di belokan.

…bentar bentar, kok bisa-bisanya mati tenggelam di got? Itu got apa kolam renang?

Got yang menenggelamkan Joni bukanlah got sembarang got, melainkan got yang dalamnya 3 meter dan kebetulan sedang diguyur hujan deras selama 3 hari 3 malam (tapi mengapa Bang Toyib 3 kali puasa dan 3 kali Lebaran belum pulang-pulang juga masih menjadi misteri) sehingga airnya naik setinggi 1 meter dari permukaan jalan. Salahkan drainase yang jelek karena sang gubernur terlalu sibuk mengkrimbat kumisnya agar tetap cantik, indah, menggemaskan dan sekaligus menjijikkan layaknya ulat bulu. 
“BODO AMAT! Menurut ente siapa yang punya Jakarta? Situ? PUIH!”
…esantai dong Pak!
Mimisan ini juga membuat saya teringat akan sebuah insiden bernama “Insiden Kecrekan”, begini ceritanya…
(bersambung)

Avatar Parampaa: Day #14. Mimisan.

Mengapakah Joni tokoh ganteng di atas mengeluarkan darah dari hidungnya?

Ada beberapa kemungkinan jawaban yang bisa kita kemukakan di sini, yang akan disampaikan dengan gaya bahasa headline koran lampu merah:

1. Keasyikan ngupil, jarinya nyodok lubang idung, eh terlalu bersemangat, malah mimisan, terus kepeleset, masuk got, MATI

2. Lagi jalan, sambil SMS-an sama si yayang, eh kok meleng, malah kejeduk tiang, mimisan, nyungsep ke got, MATI

3. Ada cewek lewat, pake rok mini, disuitin, eh ceweknya balik lagi, nonjokin idung, mimisan, mental ke got, MATI

4. Mutusin cewek, eh ceweknya ga terima, disantet, terus mimisan, keliyengan, masuk got, MATI

5. Lagi baca karya tulis ilmiah, udara panas, bikin hidungnya mimisan, diserempet motor, nyebur ke got, MATI

dan masih banyak ribuan kemungkinan penyebab mimisan yang bisa jadi headline koran lampu merah yang harus diakhiri dengan kata masuk ke got (optional) dan MATI (pasti mati).

Namun jika kita sesuaikan gambar dengan kelima alasan di atas, bisa dipastikan nomor 5 lah yang paling benar. Ketika Joni si tokoh ganteng membaca karya tulis ilmiah Einstein mengenai Teori Relativitas, apa daya matahari sedang bersinar dengan teriknya menyebabkan udara kering dan menggores selaput dalam hidung sehingga menyebabkan darah keluar dengan derasnya. Pada saat yang sama, seorang pemabuk mengendarai motor setengah sadar sehingga dia mengira Joni adalah mantan yang telah memutuskannya dulu. Pemabuk itu mengencangkan laju motornya dan menyambar Joni sehingga ia terserempet dan jatuh ke got, lalu mati tenggelam. Pemabuk tadi  tersenyum sinis, lalu melaju motornya kembali hingga akhirnya menghilang di belokan.

…bentar bentar, kok bisa-bisanya mati tenggelam di got? Itu got apa kolam renang?

Got yang menenggelamkan Joni bukanlah got sembarang got, melainkan got yang dalamnya 3 meter dan kebetulan sedang diguyur hujan deras selama 3 hari 3 malam (tapi mengapa Bang Toyib 3 kali puasa dan 3 kali Lebaran belum pulang-pulang juga masih menjadi misteri) sehingga airnya naik setinggi 1 meter dari permukaan jalan. Salahkan drainase yang jelek karena sang gubernur terlalu sibuk mengkrimbat kumisnya agar tetap cantik, indah, menggemaskan dan sekaligus menjijikkan layaknya ulat bulu. 

“BODO AMAT! Menurut ente siapa yang punya Jakarta? Situ? PUIH!”

…esantai dong Pak!

Mimisan ini juga membuat saya teringat akan sebuah insiden bernama “Insiden Kecrekan”, begini ceritanya…

(bersambung)

@1 year ago
)
#twitter #30HariAvatarParampaa 
Avatar Parampaa: Day #13. Batman.
Mengapa Batman? Karena Batman adalah superhero paling realistis, tanpa kekuatan super dan seratus persen kerja keras.

Saya menemukan buku “The Batman Handbook” di salah satu rak bargain books di salah satu mall kecil dekat kantor saat masih bekerja di Singapura. Harganya 5 SGD, jadilah saya beli karena ingin belajar bagaimana caranya menjadi Batman. 
Di dalam buku ini diajarkan bagaimana cara menjadi Batman dengan baik dan benar mulai dari cara melempar Batarang hingga membuat Batsuit, bagaimana cara membuat Batmobile jadi kedap peluru, melatih sidekick, cara loncat backflip, hingga cara bertahan hidup dari serangan gas beracun.
Eh kok malah jadi promosi buku?
Bukan itu yang ingin saya ceritakan. Yang saya ingin ceritakan adalah rasa gregetan di hati melihat pejabat-pejabat korup yang masih berani pamer muka di publik. Juga polisi yang seharusnya menangkapnya makin lama makin tidak bisa dipercaya. Ikutan korupsi malah. 
Nah itu. Kalau saya tajir dan jadi Batman, udah saya dobrak tuh pager gedung DPR/MPR pake Batmobile dan tangkepin pejabat-pejabat korup satu demi satu. Tapi sayangnya saya tidak setajir itu. Oleh karenanya, ayao dukung Gerakan 100 Ribuan Untuk Joni Jadi Batman! 

Avatar Parampaa: Day #13. Batman.

Mengapa Batman? Karena Batman adalah superhero paling realistis, tanpa kekuatan super dan seratus persen kerja keras.

Saya menemukan buku “The Batman Handbook” di salah satu rak bargain books di salah satu mall kecil dekat kantor saat masih bekerja di Singapura. Harganya 5 SGD, jadilah saya beli karena ingin belajar bagaimana caranya menjadi Batman. 

Di dalam buku ini diajarkan bagaimana cara menjadi Batman dengan baik dan benar mulai dari cara melempar Batarang hingga membuat Batsuit, bagaimana cara membuat Batmobile jadi kedap peluru, melatih sidekick, cara loncat backflip, hingga cara bertahan hidup dari serangan gas beracun.

Eh kok malah jadi promosi buku?

Bukan itu yang ingin saya ceritakan. Yang saya ingin ceritakan adalah rasa gregetan di hati melihat pejabat-pejabat korup yang masih berani pamer muka di publik. Juga polisi yang seharusnya menangkapnya makin lama makin tidak bisa dipercaya. Ikutan korupsi malah. 

Nah itu. Kalau saya tajir dan jadi Batman, udah saya dobrak tuh pager gedung DPR/MPR pake Batmobile dan tangkepin pejabat-pejabat korup satu demi satu. Tapi sayangnya saya tidak setajir itu. Oleh karenanya, ayao dukung Gerakan 100 Ribuan Untuk Joni Jadi Batman! 


@1 year ago
)
#blog #twitter #30HariAvatarParampaa 
Avatar Parampaa: Day #11. Mumi. Masih dalam rangka malam Jumat bernuansa horor. 
Mengapa mumi dibalut perban? 
Mumi dulunya mati ketabrak angkot yang melaju dengan hebohnya, lalu mental 10 meter sebelum akhirnya jatuh menggelindingi tebing jurang, dan tergores2 dahan pohon, sehingga mendapatkan luka maksimal di sekujur tubuhnya. Tim penyelamat datang dan mencoba melakukan tindakan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dan membalut perban yang menutupi seluruh tubuh mumi, tapi sayang sekali semuanya sudah terlambat dan mumi menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan ke rumah sakit. 
Mumi mungkin telah mati, namun arwahnya tetap berniat untuk balas dendam kepada supir angkot yang telah menyebabkan dirinya mati dan jatuh terguling dari atas tebing ke dalam jurang. Ternyata kain perban mencegah arwahnya keluar dari tubuhnya sehingga walaupun ia telah mati mumi kembali hidup menjadi zombie dan terus berkelana mencari supir angkot. 
Supir angkot pelaku tabrak lari disinyalir sudah menghilang dari Mesir, dan kabur ke Pulau Sumatera untuk mendirikan klan supir angkot yang siap menguasai jalanan di Sumatera, lalu Indonesia, dan kemudian di seluruh dunia. Mumi menyadari hal ini dan dia telah berjanji tidak akan membiarkan supir angkot menguasai jalanan di seluruh dunia agar tidak ada lagi korban selain dia. Tidak ada yang bisa mencium rencana ini selain Mumi yang telah mengetahui sifat sebenarnya dari supir angkot.
Ia pun pergi ke jalanan dan mencoba menjelaskan semuanya ke publik. Alih-alih percaya, Mumi malah ditertawakan dan diambil sebagian perbannya oleh orang-orang yang kebelet boker dan mencari tisu toilet. Tidak sedikit massa malah menganggap mumi gila dan mencemooh, “Udahlah mending lo mati aje!” padahal kenyataannya, Mumi memang sudah mati. 
Mumi lantas berjanji kepada dirinya, bahwa ini adalah saatnya dia harus mengakhiri semua rencana jahat si supir angkot. Namun pertanyaannya, sanggupkah Mumi melakukannya seorang diri? 
*jeng jeng jeng*

Avatar Parampaa: Day #11. Mumi. Masih dalam rangka malam Jumat bernuansa horor. 

Mengapa mumi dibalut perban? 

Mumi dulunya mati ketabrak angkot yang melaju dengan hebohnya, lalu mental 10 meter sebelum akhirnya jatuh menggelindingi tebing jurang, dan tergores2 dahan pohon, sehingga mendapatkan luka maksimal di sekujur tubuhnya. Tim penyelamat datang dan mencoba melakukan tindakan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dan membalut perban yang menutupi seluruh tubuh mumi, tapi sayang sekali semuanya sudah terlambat dan mumi menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan ke rumah sakit. 

Mumi mungkin telah mati, namun arwahnya tetap berniat untuk balas dendam kepada supir angkot yang telah menyebabkan dirinya mati dan jatuh terguling dari atas tebing ke dalam jurang. Ternyata kain perban mencegah arwahnya keluar dari tubuhnya sehingga walaupun ia telah mati mumi kembali hidup menjadi zombie dan terus berkelana mencari supir angkot. 

Supir angkot pelaku tabrak lari disinyalir sudah menghilang dari Mesir, dan kabur ke Pulau Sumatera untuk mendirikan klan supir angkot yang siap menguasai jalanan di Sumatera, lalu Indonesia, dan kemudian di seluruh dunia. Mumi menyadari hal ini dan dia telah berjanji tidak akan membiarkan supir angkot menguasai jalanan di seluruh dunia agar tidak ada lagi korban selain dia. Tidak ada yang bisa mencium rencana ini selain Mumi yang telah mengetahui sifat sebenarnya dari supir angkot.

Ia pun pergi ke jalanan dan mencoba menjelaskan semuanya ke publik. Alih-alih percaya, Mumi malah ditertawakan dan diambil sebagian perbannya oleh orang-orang yang kebelet boker dan mencari tisu toilet. Tidak sedikit massa malah menganggap mumi gila dan mencemooh, “Udahlah mending lo mati aje!” padahal kenyataannya, Mumi memang sudah mati. 

Mumi lantas berjanji kepada dirinya, bahwa ini adalah saatnya dia harus mengakhiri semua rencana jahat si supir angkot. Namun pertanyaannya, sanggupkah Mumi melakukannya seorang diri? 

*jeng jeng jeng*

@1 year ago
)
#blog #twitter #30HariAvatarParampaa 
Avatar Parampaa Day 18: Langit Terbuka. 
Pada suatu hari seorang pemuda ganteng, sebut saja Joni, berjalan kaki di bawah cerahnya langit biru memikirkan bagaimana caranya ia bisa membeli Canon 5D Mark II dan laptop Macbook Pro 17” yang sudah ia idam-idamkan dari dulu. Dalam perjalanannya, ia melihat seorang burung kecil yang merintih kesakitan karena terluka sayapnya.
“Ada apa burung kecil?” Joni menghampiri burung tersebut.
“Aku tadi ingin pacaran. Lalu aku pergi ke taman dan memetik sehelai bunga mawar dan kuselipkan di bawah sayap. Apa daya durinya menggores sayapku hingga terluka dan aku tak bisa terbang!” rintih si burung sedih.
“Ah, sungguh malang dirimu. Kalau begitu terimalah ini satu lembar uang 10 ribu dan satu lembar uang seribu!” Joni merogoh kantongnya dan memberikan lembaran uang tadi ke burung gereja. 
“Loh kok?” burung gereja kebingungan, “…untuk apa kedua lembaran uang ini?”
“Uang seribu untuk membungkus tangkai mawar agar kau tak tergores  durinya lagi,” sahut Joni.
“Kalau uang 10 ribunya?”
“Untuk naik angkot ke rumah pacarmu, wahai burung gereja yang malang.”
“Oh! Sungguh kau baik hati, wahai pemuda ganteng nan budiman! Entah bagaimana aku bisa membalas kebaikanmu ini.” Bunga mawar kini tangkainya sudah terbungkus uang seribu dengan cantik.
“Tak perlu kau ungkit lagi, pergilah, kasihan pacarmu yang sudah menunggu!”
Segera burung gereja pergi disaksikan oleh Joni yang berdiri tersenyum menyaksikan angkot yang… masih saja ngetem. 
*tepok jidat*
“Bang, cepetan cabut dong! Itu kasihan si burung mau pacaran!” Joni langsung menghampiri Pak Supir yang meraih korek api hendak menyalakan rokok. 
“Apah??? PACARAN??? Kenapa nggak bilang dari tadi!” Sontak Pak Supir melempar kembali korek ke atas dashboard dan menancap gas demi mengantar si burung ke tempat pacarnya. 
Sedetik kemudian tiba2 terdengar suara gemuruh dari langit, 
“SUNGGUH MULIA HATIMU, WAHAI PEMUDA GANTENG. MAKA TERIMALAH INI AGAR JANGANLAH HATIMU BERKELUH-KESAH LAGI.”
Seketika langit terbuka dan Canon 5D Mark II dan Macbook Pro 17” turun perlahan. Joni menatap tak percaya, menanti kedua benda itu sampai di tangannya. 

EPILOG:
Tiba-tiba sekelompok anak kecil membawa batang bambu muncul berlarian dari balik tembok mengira kedua benda tersebut adalah layangan putus, dan merebutnya pergi meninggalkan Joni yang berdiri terdiam seorang diri.

Avatar Parampaa Day 18: Langit Terbuka. 

Pada suatu hari seorang pemuda ganteng, sebut saja Joni, berjalan kaki di bawah cerahnya langit biru memikirkan bagaimana caranya ia bisa membeli Canon 5D Mark II dan laptop Macbook Pro 17” yang sudah ia idam-idamkan dari dulu. Dalam perjalanannya, ia melihat seorang burung kecil yang merintih kesakitan karena terluka sayapnya.

“Ada apa burung kecil?” Joni menghampiri burung tersebut.

“Aku tadi ingin pacaran. Lalu aku pergi ke taman dan memetik sehelai bunga mawar dan kuselipkan di bawah sayap. Apa daya durinya menggores sayapku hingga terluka dan aku tak bisa terbang!” rintih si burung sedih.

“Ah, sungguh malang dirimu. Kalau begitu terimalah ini satu lembar uang 10 ribu dan satu lembar uang seribu!” Joni merogoh kantongnya dan memberikan lembaran uang tadi ke burung gereja. 

“Loh kok?” burung gereja kebingungan, “…untuk apa kedua lembaran uang ini?”

“Uang seribu untuk membungkus tangkai mawar agar kau tak tergores  durinya lagi,” sahut Joni.

“Kalau uang 10 ribunya?”

“Untuk naik angkot ke rumah pacarmu, wahai burung gereja yang malang.”

“Oh! Sungguh kau baik hati, wahai pemuda ganteng nan budiman! Entah bagaimana aku bisa membalas kebaikanmu ini.” Bunga mawar kini tangkainya sudah terbungkus uang seribu dengan cantik.

“Tak perlu kau ungkit lagi, pergilah, kasihan pacarmu yang sudah menunggu!”

Segera burung gereja pergi disaksikan oleh Joni yang berdiri tersenyum menyaksikan angkot yang… masih saja ngetem.

*tepok jidat*

“Bang, cepetan cabut dong! Itu kasihan si burung mau pacaran!” Joni langsung menghampiri Pak Supir yang meraih korek api hendak menyalakan rokok.

“Apah??? PACARAN??? Kenapa nggak bilang dari tadi!” Sontak Pak Supir melempar kembali korek ke atas dashboard dan menancap gas demi mengantar si burung ke tempat pacarnya.

Sedetik kemudian tiba2 terdengar suara gemuruh dari langit,

“SUNGGUH MULIA HATIMU, WAHAI PEMUDA GANTENG. MAKA TERIMALAH INI AGAR JANGANLAH HATIMU BERKELUH-KESAH LAGI.”

Seketika langit terbuka dan Canon 5D Mark II dan Macbook Pro 17” turun perlahan. Joni menatap tak percaya, menanti kedua benda itu sampai di tangannya.

EPILOG:

Tiba-tiba sekelompok anak kecil membawa batang bambu muncul berlarian dari balik tembok mengira kedua benda tersebut adalah layangan putus, dan merebutnya pergi meninggalkan Joni yang berdiri terdiam seorang diri.

@1 year ago with 3 notes
)
#30HariAvatarParampaa 
Avatar Parampaa: Day #15 & 16: Ditiban pacar dan ditabok pacar (ditonjok, lebih tepatnya)
Hanya satu pesan saya: Berhati-hatilah dalam memilih pasangan. Jangan sampai kekerasan dalam rumah tangga terjadi seperti ini.
*ditonjok pacar lagi* 

Avatar Parampaa: Day #15 & 16: Ditiban pacar dan ditabok pacar (ditonjok, lebih tepatnya)

Hanya satu pesan saya: Berhati-hatilah dalam memilih pasangan. Jangan sampai kekerasan dalam rumah tangga terjadi seperti ini.

*ditonjok pacar lagi* 

@1 year ago
)
#twitter #30HariAvatarParampaa 
Pada suatu hari Oka meminta tolong dibuatkan avatar Parampaa superhero juga seperti Batman, tapi saya malah kepikiran untuk menjadikan dia supervillain dengan duri di punggung (ya iyalah, landak!) dan ekspresi bengis siap mengalahkan Batman. 
Itu tadinya kepikiran bikin duri-duri di atas kepala menerus hingga ke belakang punggung, tapi jadinya jelek, dan ya sudahlah satu saja duri di jidat. Semacam pemfokus kekuatan telekinesis seperti itulah. *manggut-manggut*

Pada suatu hari Oka meminta tolong dibuatkan avatar Parampaa superhero juga seperti Batman, tapi saya malah kepikiran untuk menjadikan dia supervillain dengan duri di punggung (ya iyalah, landak!) dan ekspresi bengis siap mengalahkan Batman. 

Itu tadinya kepikiran bikin duri-duri di atas kepala menerus hingga ke belakang punggung, tapi jadinya jelek, dan ya sudahlah satu saja duri di jidat. Semacam pemfokus kekuatan telekinesis seperti itulah. *manggut-manggut*

@1 year ago
)
#twitter #30HariAvatarParampaa 
Avatar Parampaa: Day #12. Manggut-manggut.
Manggut-manggut adalah pernyataan sikap dari seseorang yang mencoba mengerti jalan pikiran orang lain. Perbedaan pendapat dalam diskusi harus kita lihat sebagai sebuah hal yang biasa, sebagai masukan dari sebuah sudut pandang yang kita tidak menyadari bahwa itu ada. Dengan mencoba mengerti pendapat orang lain, seseorang akan mempunyai pemahaman terhadap suatu masalah yang lebih komprehensif untuk membantu menarik keputusan. 
…serius amat bahasnya?

Tentu saja serius, karena ada yang bilang avatar ini seperti  orang jenggotan, orang punya tumor di dagu, orang lagi keselek obat, orang lagi kerasukan uka-uka, orang lagi mau bersin, orang lagi kebelet pipis, orang lagi gemetaran ngeliat pocong, orang lag… Ah sudahlah, avatar ini memang gagal tampaknya. 
*loncat ke dalam sumur*

Avatar Parampaa: Day #12. Manggut-manggut.

Manggut-manggut adalah pernyataan sikap dari seseorang yang mencoba mengerti jalan pikiran orang lain. Perbedaan pendapat dalam diskusi harus kita lihat sebagai sebuah hal yang biasa, sebagai masukan dari sebuah sudut pandang yang kita tidak menyadari bahwa itu ada. Dengan mencoba mengerti pendapat orang lain, seseorang akan mempunyai pemahaman terhadap suatu masalah yang lebih komprehensif untuk membantu menarik keputusan. 

…serius amat bahasnya?

Tentu saja serius, karena ada yang bilang avatar ini seperti  orang jenggotan, orang punya tumor di dagu, orang lagi keselek obat, orang lagi kerasukan uka-uka, orang lagi mau bersin, orang lagi kebelet pipis, orang lagi gemetaran ngeliat pocong, orang lag… Ah sudahlah, avatar ini memang gagal tampaknya. 

*loncat ke dalam sumur*


@1 year ago
)
#blog #Twitter #30HariAvatarParampaa 
Avatar Parampaa: Day #10. Bakso.
Selalu ada pelangi setelah hujan. Dan juga tukang bakso.
Masih menjadi misteri kenapa tukang bakso selalu muncul setelah hujan reda, siap mengisi perut dengan kehangatan, mengusir dingin yang ditinggalkan hujan. 
Bakso, adalah daging surgawi yang diciptakan Tuhan untuk mengisi setiap perut mereka yang kelaparan. Bahkan ada yang menyebutkan, 
“Pada suatu hari Tuhan merasa lapar, lalu Ia menciptakan bakso.”
Ada juga beberapa teori tidak populer yang menganggap bukan buah apel yang dimakan oleh Adam dan Hawa di Taman Eden, melainkan bakso yang dititipkan oleh Tuhan kepada mereka. Sedemikian enaknya rasa bakso ini, Adam dan Hawa menghabiskan bermangkuk-mangkuk bakso hingga mereka tak sanggup memakannya lagi. Setelah itu mereka saling bertatapan, lalu malu karena tersadar betapa rakusnya mereka dan akhirnya masing-masing dari mereka memilih untuk bersembunyi di balik semak. Tuhan yang baru datang dan hendak menikmati semangkuk bakso, kaget mendapati semua bakso-Nya telah dihabiskan Adam dan Hawa dan menjadi murka. Di murka-Nya, ia mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden, lalu menciptakan bakso lagi dan memakannya seorang diri. 
Dekade dan abad berlalu, banyak terjadi kelaparan di muka bumi dan membuat manusia berkesusahan. Tuhan turut prihatin atas keadaan ini, lalu mengutus seorang tukang bakso turun ke bumi untuk mengusir rasa lapar, berganti dengan secercah senyum yang tersungging di bibir yang menawan. 
Akan tetapi, mengapa tukang bakso selalu muncul ketika hujan reda, masih menjadi sebuah misteri Ilahi yang belum bisa dimengerti oleh akal pikiran kita manusia saat ini. 

Avatar Parampaa: Day #10. Bakso.

Selalu ada pelangi setelah hujan. Dan juga tukang bakso.

Masih menjadi misteri kenapa tukang bakso selalu muncul setelah hujan reda, siap mengisi perut dengan kehangatan, mengusir dingin yang ditinggalkan hujan. 

Bakso, adalah daging surgawi yang diciptakan Tuhan untuk mengisi setiap perut mereka yang kelaparan. Bahkan ada yang menyebutkan, 

“Pada suatu hari Tuhan merasa lapar, lalu Ia menciptakan bakso.”

Ada juga beberapa teori tidak populer yang menganggap bukan buah apel yang dimakan oleh Adam dan Hawa di Taman Eden, melainkan bakso yang dititipkan oleh Tuhan kepada mereka. Sedemikian enaknya rasa bakso ini, Adam dan Hawa menghabiskan bermangkuk-mangkuk bakso hingga mereka tak sanggup memakannya lagi. Setelah itu mereka saling bertatapan, lalu malu karena tersadar betapa rakusnya mereka dan akhirnya masing-masing dari mereka memilih untuk bersembunyi di balik semak. Tuhan yang baru datang dan hendak menikmati semangkuk bakso, kaget mendapati semua bakso-Nya telah dihabiskan Adam dan Hawa dan menjadi murka. Di murka-Nya, ia mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden, lalu menciptakan bakso lagi dan memakannya seorang diri. 

Dekade dan abad berlalu, banyak terjadi kelaparan di muka bumi dan membuat manusia berkesusahan. Tuhan turut prihatin atas keadaan ini, lalu mengutus seorang tukang bakso turun ke bumi untuk mengusir rasa lapar, berganti dengan secercah senyum yang tersungging di bibir yang menawan. 

Akan tetapi, mengapa tukang bakso selalu muncul ketika hujan reda, masih menjadi sebuah misteri Ilahi yang belum bisa dimengerti oleh akal pikiran kita manusia saat ini. 

@1 year ago with 1 note
)
#blog #Twitter #30HariAvatarParampaa 
Avatar Parampaa Day #19: Pocong. 
Apakah anda takut dengan pocong? Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan jika bertemu pocong:
1. Katakan, “Halo, apa kabar!”
Belum tentu semua pocong berniat buruk karena pocong juga (dulunya) manusia. Ada pocong yang hanya lewat, yang kemudian merasa terganggu karena ada seseorang yang berteriak 
“ADA POCOOOONGGGG!” 
sehingga ia mendatangi orang tersebut untuk sekedar bertanya, 
“…MAKSUD LO APA???” 
namun sayang orang yang ditanyakan keburu pingsan dan kencing di celana.
2. Tatap terus si pocong dan jangan mengalihkan pandangan.
Ingat film-film horor? Ketika korban menoleh, eh pocongnya malah nongol di sampingnya. Oleh karena itu, jika anda melihat pocong dari jauh, jangan menoleh, jangan berkedip, terus tatap si pocong yg melompat mendekat. Niscaya dia akan menyerah karena lompatannya terlalu pendek, sedangkan jarak anda dengannya terlalu jauh (anda bisa jalan mundur sambil tetap menatap si pocong agar ia merasa dikerjai!)
3. Tendang pocong sampai terguling
Ketika ia berusaha keras untuk bangun, larilah! Atau injak-injak dulu mukanya agar semua amarah dan energi negatif keluar dari tubuh anda. Konon katanya menginjak-injak pocong ini sudah digunakan secara turun-temurun pada zaman kerajaan Majapahit untuk menghilangkan pikiran-pikiran buruk Raja sehingga ia bisa memerintah dengan jernih pikirannya. 
4. Siapkan peta.
Karena tidak semua pocong tau jalan. Jika anda sedang diam duduk dan memperhatikan ada pocong yg beberapa kali lewat, itu mungkin tanda dia sedang nyasar dan malah jadi berputar-putar. Berbaikhatilah menawarkan bantuan petunjuk agar pocong tersebut tiba di tujuannya dengan selamat (walaupun ia sudah mati).
5. Tanyakan jawaban dari perhitungan Matematika yang rumit!
Seperti: berapakah (5x-3)^3(3-x^3)^4?
Di saat dia bingung memikirkan jawabannya, ulangi poin ketiga.

Selamat mencoba!
1 year ago
#30HariAvatarParampaa #Pocong 
Comments
Avatar Parampaa Day 18: Langit Terbuka. 
Pada suatu hari seorang pemuda ganteng, sebut saja Joni, berjalan kaki di bawah cerahnya langit biru memikirkan bagaimana caranya ia bisa membeli Canon 5D Mark II dan laptop Macbook Pro 17” yang sudah ia idam-idamkan dari dulu. Dalam perjalanannya, ia melihat seorang burung kecil yang merintih kesakitan karena terluka sayapnya.
“Ada apa burung kecil?” Joni menghampiri burung tersebut.
“Aku tadi ingin pacaran. Lalu aku pergi ke taman dan memetik sehelai bunga mawar dan kuselipkan di bawah sayap. Apa daya durinya menggores sayapku hingga terluka dan aku tak bisa terbang!” rintih si burung sedih.
“Ah, sungguh malang dirimu. Kalau begitu terimalah ini satu lembar uang 10 ribu dan satu lembar uang seribu!” Joni merogoh kantongnya dan memberikan lembaran uang tadi ke burung gereja. 
“Loh kok?” burung gereja kebingungan, “…untuk apa kedua lembaran uang ini?”
“Uang seribu untuk membungkus tangkai mawar agar kau tak tergores  durinya lagi,” sahut Joni.
“Kalau uang 10 ribunya?”
“Untuk naik angkot ke rumah pacarmu, wahai burung gereja yang malang.”
“Oh! Sungguh kau baik hati, wahai pemuda ganteng nan budiman! Entah bagaimana aku bisa membalas kebaikanmu ini.” Bunga mawar kini tangkainya sudah terbungkus uang seribu dengan cantik.
“Tak perlu kau ungkit lagi, pergilah, kasihan pacarmu yang sudah menunggu!”
Segera burung gereja pergi disaksikan oleh Joni yang berdiri tersenyum menyaksikan angkot yang… masih saja ngetem. 
*tepok jidat*
“Bang, cepetan cabut dong! Itu kasihan si burung mau pacaran!” Joni langsung menghampiri Pak Supir yang meraih korek api hendak menyalakan rokok. 
“Apah??? PACARAN??? Kenapa nggak bilang dari tadi!” Sontak Pak Supir melempar kembali korek ke atas dashboard dan menancap gas demi mengantar si burung ke tempat pacarnya. 
Sedetik kemudian tiba2 terdengar suara gemuruh dari langit, 
“SUNGGUH MULIA HATIMU, WAHAI PEMUDA GANTENG. MAKA TERIMALAH INI AGAR JANGANLAH HATIMU BERKELUH-KESAH LAGI.”
Seketika langit terbuka dan Canon 5D Mark II dan Macbook Pro 17” turun perlahan. Joni menatap tak percaya, menanti kedua benda itu sampai di tangannya. 

EPILOG:
Tiba-tiba sekelompok anak kecil membawa batang bambu muncul berlarian dari balik tembok mengira kedua benda tersebut adalah layangan putus, dan merebutnya pergi meninggalkan Joni yang berdiri terdiam seorang diri.
1 year ago
#30HariAvatarParampaa 
Comments
Avatar Parampaa Day #17: Petruk. 
Mengapa Petruk? 
Alkisah di dunia Twitter, saya (Petruk) dan Bagong berperan sebagai abdi dalem seorang Ndoro Putri. Yang jomblo. 
Tadinya Ndoro ini sederajat dengan kami, cuma seiring dengan semakin terkenalnya ia, kami jadi disisihkan dari dunianya. Dulu setiap pagi kami digoda, sekarang kami harus bayar dulu baru boleh menggoda dia. Dulu kami diajak jalan setiap akhir pekan, kini ia selalu mengenakan kacamata hitam, melirik kami pun enggan. 
Dulu kami dipuja, sekarang kami disuruh-suruh. Kami menjadi seperti abdi dalem. Yang hanya akan ditemui jika tidak ada cowok buat digoda hari itu. Jadilah hari-hari kami diisi dengan melayani Ndoro Putri (yang Jomblo (6 Tahun)) sambil sibuk memikirkan rencana untuk membunuhnya diam-diam dan mengambil alih keraton. 
Tokoh Petruk sendiri adalah salah satu Punakawan anak Semar yang menggambarkan keindahan dunia. Muka ganteng, hidung mancung, gue bangetlah pokoknya! 
*you wish, Jon!*
1 year ago
#30HariAvatarParampaa #Twitter 
Comments
Avatar Parampaa: Day #15 & 16: Ditiban pacar dan ditabok pacar (ditonjok, lebih tepatnya)
Hanya satu pesan saya: Berhati-hatilah dalam memilih pasangan. Jangan sampai kekerasan dalam rumah tangga terjadi seperti ini.
*ditonjok pacar lagi* 
1 year ago
#twitter #30HariAvatarParampaa 
Comments
Avatar Parampaa: Day #14. Mimisan.
Mengapakah Joni tokoh ganteng di atas mengeluarkan darah dari hidungnya?
Ada beberapa kemungkinan jawaban yang bisa kita kemukakan di sini, yang akan disampaikan dengan gaya bahasa headline koran lampu merah:
1. Keasyikan ngupil, jarinya nyodok lubang idung, eh terlalu bersemangat, malah mimisan, terus kepeleset, masuk got, MATI
2. Lagi jalan, sambil SMS-an sama si yayang, eh kok meleng, malah kejeduk tiang, mimisan, nyungsep ke got, MATI
3. Ada cewek lewat, pake rok mini, disuitin, eh ceweknya balik lagi, nonjokin idung, mimisan, mental ke got, MATI
4. Mutusin cewek, eh ceweknya ga terima, disantet, terus mimisan, keliyengan, masuk got, MATI
5. Lagi baca karya tulis ilmiah, udara panas, bikin hidungnya mimisan, diserempet motor, nyebur ke got, MATI
dan masih banyak ribuan kemungkinan penyebab mimisan yang bisa jadi headline koran lampu merah yang harus diakhiri dengan kata masuk ke got (optional) dan MATI (pasti mati).
Namun jika kita sesuaikan gambar dengan kelima alasan di atas, bisa dipastikan nomor 5 lah yang paling benar. Ketika Joni si tokoh ganteng membaca karya tulis ilmiah Einstein mengenai Teori Relativitas, apa daya matahari sedang bersinar dengan teriknya menyebabkan udara kering dan menggores selaput dalam hidung sehingga menyebabkan darah keluar dengan derasnya. Pada saat yang sama, seorang pemabuk mengendarai motor setengah sadar sehingga dia mengira Joni adalah mantan yang telah memutuskannya dulu. Pemabuk itu mengencangkan laju motornya dan menyambar Joni sehingga ia terserempet dan jatuh ke got, lalu mati tenggelam. Pemabuk tadi  tersenyum sinis, lalu melaju motornya kembali hingga akhirnya menghilang di belokan.

…bentar bentar, kok bisa-bisanya mati tenggelam di got? Itu got apa kolam renang?

Got yang menenggelamkan Joni bukanlah got sembarang got, melainkan got yang dalamnya 3 meter dan kebetulan sedang diguyur hujan deras selama 3 hari 3 malam (tapi mengapa Bang Toyib 3 kali puasa dan 3 kali Lebaran belum pulang-pulang juga masih menjadi misteri) sehingga airnya naik setinggi 1 meter dari permukaan jalan. Salahkan drainase yang jelek karena sang gubernur terlalu sibuk mengkrimbat kumisnya agar tetap cantik, indah, menggemaskan dan sekaligus menjijikkan layaknya ulat bulu. 
“BODO AMAT! Menurut ente siapa yang punya Jakarta? Situ? PUIH!”
…esantai dong Pak!
Mimisan ini juga membuat saya teringat akan sebuah insiden bernama “Insiden Kecrekan”, begini ceritanya…
(bersambung)
1 year ago
#twitter #30HariAvatarParampaa 
Comments
Pada suatu hari Oka meminta tolong dibuatkan avatar Parampaa superhero juga seperti Batman, tapi saya malah kepikiran untuk menjadikan dia supervillain dengan duri di punggung (ya iyalah, landak!) dan ekspresi bengis siap mengalahkan Batman. 
Itu tadinya kepikiran bikin duri-duri di atas kepala menerus hingga ke belakang punggung, tapi jadinya jelek, dan ya sudahlah satu saja duri di jidat. Semacam pemfokus kekuatan telekinesis seperti itulah. *manggut-manggut*
1 year ago
#twitter #30HariAvatarParampaa 
Comments
Avatar Parampaa: Day #13. Batman.
Mengapa Batman? Karena Batman adalah superhero paling realistis, tanpa kekuatan super dan seratus persen kerja keras.

Saya menemukan buku “The Batman Handbook” di salah satu rak bargain books di salah satu mall kecil dekat kantor saat masih bekerja di Singapura. Harganya 5 SGD, jadilah saya beli karena ingin belajar bagaimana caranya menjadi Batman. 
Di dalam buku ini diajarkan bagaimana cara menjadi Batman dengan baik dan benar mulai dari cara melempar Batarang hingga membuat Batsuit, bagaimana cara membuat Batmobile jadi kedap peluru, melatih sidekick, cara loncat backflip, hingga cara bertahan hidup dari serangan gas beracun.
Eh kok malah jadi promosi buku?
Bukan itu yang ingin saya ceritakan. Yang saya ingin ceritakan adalah rasa gregetan di hati melihat pejabat-pejabat korup yang masih berani pamer muka di publik. Juga polisi yang seharusnya menangkapnya makin lama makin tidak bisa dipercaya. Ikutan korupsi malah. 
Nah itu. Kalau saya tajir dan jadi Batman, udah saya dobrak tuh pager gedung DPR/MPR pake Batmobile dan tangkepin pejabat-pejabat korup satu demi satu. Tapi sayangnya saya tidak setajir itu. Oleh karenanya, ayao dukung Gerakan 100 Ribuan Untuk Joni Jadi Batman! 
1 year ago
#blog #twitter #30HariAvatarParampaa 
Comments
Avatar Parampaa: Day #12. Manggut-manggut.
Manggut-manggut adalah pernyataan sikap dari seseorang yang mencoba mengerti jalan pikiran orang lain. Perbedaan pendapat dalam diskusi harus kita lihat sebagai sebuah hal yang biasa, sebagai masukan dari sebuah sudut pandang yang kita tidak menyadari bahwa itu ada. Dengan mencoba mengerti pendapat orang lain, seseorang akan mempunyai pemahaman terhadap suatu masalah yang lebih komprehensif untuk membantu menarik keputusan. 
…serius amat bahasnya?

Tentu saja serius, karena ada yang bilang avatar ini seperti  orang jenggotan, orang punya tumor di dagu, orang lagi keselek obat, orang lagi kerasukan uka-uka, orang lagi mau bersin, orang lagi kebelet pipis, orang lagi gemetaran ngeliat pocong, orang lag… Ah sudahlah, avatar ini memang gagal tampaknya. 
*loncat ke dalam sumur*
1 year ago
#blog #Twitter #30HariAvatarParampaa 
Comments
Avatar Parampaa: Day #11. Mumi. Masih dalam rangka malam Jumat bernuansa horor. 
Mengapa mumi dibalut perban? 
Mumi dulunya mati ketabrak angkot yang melaju dengan hebohnya, lalu mental 10 meter sebelum akhirnya jatuh menggelindingi tebing jurang, dan tergores2 dahan pohon, sehingga mendapatkan luka maksimal di sekujur tubuhnya. Tim penyelamat datang dan mencoba melakukan tindakan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dan membalut perban yang menutupi seluruh tubuh mumi, tapi sayang sekali semuanya sudah terlambat dan mumi menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan ke rumah sakit. 
Mumi mungkin telah mati, namun arwahnya tetap berniat untuk balas dendam kepada supir angkot yang telah menyebabkan dirinya mati dan jatuh terguling dari atas tebing ke dalam jurang. Ternyata kain perban mencegah arwahnya keluar dari tubuhnya sehingga walaupun ia telah mati mumi kembali hidup menjadi zombie dan terus berkelana mencari supir angkot. 
Supir angkot pelaku tabrak lari disinyalir sudah menghilang dari Mesir, dan kabur ke Pulau Sumatera untuk mendirikan klan supir angkot yang siap menguasai jalanan di Sumatera, lalu Indonesia, dan kemudian di seluruh dunia. Mumi menyadari hal ini dan dia telah berjanji tidak akan membiarkan supir angkot menguasai jalanan di seluruh dunia agar tidak ada lagi korban selain dia. Tidak ada yang bisa mencium rencana ini selain Mumi yang telah mengetahui sifat sebenarnya dari supir angkot.
Ia pun pergi ke jalanan dan mencoba menjelaskan semuanya ke publik. Alih-alih percaya, Mumi malah ditertawakan dan diambil sebagian perbannya oleh orang-orang yang kebelet boker dan mencari tisu toilet. Tidak sedikit massa malah menganggap mumi gila dan mencemooh, “Udahlah mending lo mati aje!” padahal kenyataannya, Mumi memang sudah mati. 
Mumi lantas berjanji kepada dirinya, bahwa ini adalah saatnya dia harus mengakhiri semua rencana jahat si supir angkot. Namun pertanyaannya, sanggupkah Mumi melakukannya seorang diri? 
*jeng jeng jeng*
1 year ago
#blog #twitter #30HariAvatarParampaa 
Comments
Avatar Parampaa: Day #10. Bakso.
Selalu ada pelangi setelah hujan. Dan juga tukang bakso.
Masih menjadi misteri kenapa tukang bakso selalu muncul setelah hujan reda, siap mengisi perut dengan kehangatan, mengusir dingin yang ditinggalkan hujan. 
Bakso, adalah daging surgawi yang diciptakan Tuhan untuk mengisi setiap perut mereka yang kelaparan. Bahkan ada yang menyebutkan, 
“Pada suatu hari Tuhan merasa lapar, lalu Ia menciptakan bakso.”
Ada juga beberapa teori tidak populer yang menganggap bukan buah apel yang dimakan oleh Adam dan Hawa di Taman Eden, melainkan bakso yang dititipkan oleh Tuhan kepada mereka. Sedemikian enaknya rasa bakso ini, Adam dan Hawa menghabiskan bermangkuk-mangkuk bakso hingga mereka tak sanggup memakannya lagi. Setelah itu mereka saling bertatapan, lalu malu karena tersadar betapa rakusnya mereka dan akhirnya masing-masing dari mereka memilih untuk bersembunyi di balik semak. Tuhan yang baru datang dan hendak menikmati semangkuk bakso, kaget mendapati semua bakso-Nya telah dihabiskan Adam dan Hawa dan menjadi murka. Di murka-Nya, ia mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden, lalu menciptakan bakso lagi dan memakannya seorang diri. 
Dekade dan abad berlalu, banyak terjadi kelaparan di muka bumi dan membuat manusia berkesusahan. Tuhan turut prihatin atas keadaan ini, lalu mengutus seorang tukang bakso turun ke bumi untuk mengusir rasa lapar, berganti dengan secercah senyum yang tersungging di bibir yang menawan. 
Akan tetapi, mengapa tukang bakso selalu muncul ketika hujan reda, masih menjadi sebuah misteri Ilahi yang belum bisa dimengerti oleh akal pikiran kita manusia saat ini. 
1 year ago
#blog #Twitter #30HariAvatarParampaa 
Comments
Website counter